huaha. baiklah sebelum nerusin belajar medan buat UAS (HAHA ngarep padahal sih banyakan nyampahnya!). i’d like to.. hmm.. bersyukur sedikit buat apa yg udah aku punya. dan sedikit perspektif juga.. based on my own experience :)
TEMAN SEANGKATAN
haha. terdengar sangat biasa aja, ya? what’s wrong with teman seangkatan, emang? yang jumlahnya—kalo diitung2 dari jaman SD—mungkin udh lebih dari 5000 orang. apa emang spesialnya sekumpulan orang dengan jumlah segitu?
pertamanya aku juga ga menganggap itu spesial. aku tetap menjalani hari-hari kaya biasa, dengan selalu ditemani oleh teman-teman seangkatan, tanpa sekalipun pernah secara khusus bersyukur bahwa aku memiliki teman-teman seangkatan.
sampai pada akhirnya, semakin umur aku bertambah, semakin banyak juga tugas dan tanggungjawab yang aku emban. semakin banyak tanggungjawab yang aku emban, semakin tinggi juga tingkat ke-stress-an yang aku jalani.
tapi ternyata dari ke-stress-an inilah aku bisa sejenak terdiam dan mensyukuri sepenuhnya bahwa aku memiliki teman-teman seangkatan yang sangat hebat.
kayaknya memang kodrat manusia itu seperti itu, ya. harus dikasih yang jelek dulu, baru bisa mensyukuri yang tadinya dianggap biasa-biasa saja.
***
BEING A RELIABLE BIG SISTER
dulu aku ga pernah membayangkan akan memiliki banyak sekali adik2 yang menjadikan aku sebagai contoh mereka. karena posisi aku di rumah adalah sebagai anak bungsu yang kepentingannya selalu dinomorsatukan, pertamanya sulit sekali bagi aku untuk memosisikan diri sebagai orang yang menomorsatukan kepentingan orang yang lebih muda.
saat SMP sampai sekarang, aku mengikuti ekstrakurikuler-ekstrakurikuler yang mengharuskan aku mengorbankan seluruh kepentingan pribadi demi kepentingan orang lain, terutama untuk mereka yang lebih muda. ternyata ini semua tidak sulit, malah pada akhirnya terasa sangat menyenangkan.
menuntun mereka untuk melakukan hal2 yang benar itu menyenangkan.
mengajari mereka hal2 yang tidak mereka ketahui dengan style yang aku punya merupakan kesenangan tersendiri.
tumbuh besar bersama mereka dan melihat perkembangan mereka adalah suatu hal yang luar biasa.
tapi.
aku juga merasakan sebuah tekanan yang ditimbulkan dari sulitnya menjadi seorang kakak. bahwa aku harus selamanya mencontohkan yang baik2 saja, aku tidak boleh mengeluh di depan mereka, aku tidak boleh terlihat bimbang dan ragu, karena apapun yang akan aku lakukan adalah apa yang akan mereka contoh. apapun yang aku lakukan adalah referensi dan paradigma mereka.
bahwa, idealnya, aku tidak boleh terlihat rapuh.
***
BEING A FAITHFUL YOUNG SISTER.
meskipun aku adalah seorang adik abadi di dalam keluarga aku, ternyata hal ini berlaku juga di dunia luar.
pada setiap organisasi yang aku ikuti, aku memiliki kakak. aku memiliki senior. aku memiliki orang yang bisa aku tanya, aku memiliki contoh, terlepas dari apakah contoh itu baik ataupun buruk.
sebagai adik, aku juga selalu diberikan banyak sekali tanggungjawab yang harus aku jalani. aku harus menjalani apa yang harus aku jalani meskipun aku baru hanya akan tahu apa manfaatnya setelah bertahun2 kemudian.
bagiku, mengerjakan hal-hal yang baru adalah sesuatu yang menyenangkan.
mengerjakan hal-hal yang baru membuat pengetahuan, wawasan, dan teman-teman aku bertambah.
mengerjakan sesuatu yang penuh dengan pressure pada awalnya memang terasa sangat menyebalkan, namun membuat aku tak henti-hentinya bersyukur setelah merasakan manfaatnya bertahun-tahun kemudian.
tapi.
aku juga merasakan sebuah tekanan yang ditimbulkan dari sulitnya menjadi seorang adik. bahwa aku harus mengerjakan semuanya dengan sempurna agar tidak mengecewakan semua yang sudah membimbing aku. bahwa aku harus bisa melakukan semuanya dengan ataupun tanpa kondisi yang memungkinkan.
bahwa, idealnya, aku harus selalu respect terhadap semua kakak-kakak yang telah dan masih membimbing aku sampai sekarang.
***
AND IN FACT, WHEN TROUBLES COME, I..
lalu saat kita dituntut untuk menjadi sempurna? untuk menjadi kakak yang harus selalu jaim dan menjadi seorang adik yang harus selalu respect pada kakaknya?
things do not always go the way we want it to be, guys.
there are hard times.
saat aku ingin mengeluh, saat aku ingin memaki, saat aku merasa tidak puas, saat aku hanya ingin mengeluarkan emosi tanpa ada sedikitpun logika, saat aku ingin menunjukkan dan mengekspresikan siapa diriku sebenarnya..
orang terdekat yang paling bisa aku percaya adalah teman seangkatan.
aku tidak akan tahan untuk berdiri sendirian mengemban semua tugas dan tanggungjawab.
aku tidak akan bisa menjadi sempurna tanpa membuang sampah dari dalam hatiku.
aku tidak akan bisa melangkah maju tanpa seorangpun berada di sisiku. dan kadang aku memang sama sekali tidak melangkah, karena aku tidak bisa melihat yang 5000 yang berada di sisiku.
tapi sekarang aku bisa dengan sangat jelas melihat kalian semua. merasakan kalian semua. karena pada kenyataannya kita memang selalu berjalan, istirahat, berhenti, dan berjalan lagi bersama-sama.
***
i wrote this song for about 2 months ago. hyaha. entar deh kalo liburan akan aku aransemenin full pianonya. amin. i love you all. :)