Hey, ya! Long time no see (and write) our other blog.

(Kep, do you remember this account? Hahaha.)

Well, I currently am wondering since we already separated by time and distance, maybe one of the best ways to inform each other’s emo-ness is by writing, anything, here. So, may we start this blog again?

TEMAN SEANGKATAN.

by febirhiana May 16, 2009

huaha. baiklah sebelum nerusin belajar medan buat UAS (HAHA ngarep padahal sih banyakan nyampahnya!). i’d like to.. hmm.. bersyukur sedikit buat apa yg udah aku punya. dan sedikit perspektif juga.. based on my own experience :)

TEMAN SEANGKATAN

haha. terdengar sangat biasa aja, ya? what’s wrong with teman seangkatan, emang? yang jumlahnya—kalo diitung2 dari jaman SD—mungkin udh lebih dari 5000 orang. apa emang spesialnya sekumpulan orang dengan jumlah segitu?

pertamanya aku juga ga menganggap itu spesial. aku tetap menjalani hari-hari kaya biasa, dengan selalu ditemani oleh teman-teman seangkatan, tanpa sekalipun pernah secara khusus bersyukur bahwa aku memiliki teman-teman seangkatan.

sampai pada akhirnya, semakin umur aku bertambah, semakin banyak juga tugas dan tanggungjawab yang aku emban. semakin banyak tanggungjawab yang aku emban, semakin tinggi juga tingkat ke-stress-an yang aku jalani.

tapi ternyata dari ke-stress-an inilah aku bisa sejenak terdiam dan mensyukuri sepenuhnya bahwa aku memiliki teman-teman seangkatan yang sangat hebat.

kayaknya memang kodrat manusia itu seperti itu, ya. harus dikasih yang jelek dulu, baru bisa mensyukuri yang tadinya dianggap biasa-biasa saja.

***

BEING A RELIABLE BIG SISTER

dulu aku ga pernah membayangkan akan memiliki banyak sekali adik2 yang menjadikan aku sebagai contoh mereka. karena posisi aku di rumah adalah sebagai anak bungsu yang kepentingannya selalu dinomorsatukan, pertamanya sulit sekali bagi aku untuk memosisikan diri sebagai orang yang menomorsatukan kepentingan orang yang lebih muda.

saat SMP sampai sekarang, aku mengikuti ekstrakurikuler-ekstrakurikuler yang mengharuskan aku mengorbankan seluruh kepentingan pribadi demi kepentingan orang lain, terutama untuk mereka yang lebih muda. ternyata ini semua tidak sulit, malah pada akhirnya terasa sangat menyenangkan.

menuntun mereka untuk melakukan hal2 yang benar itu menyenangkan.

mengajari mereka hal2 yang tidak mereka ketahui dengan style yang aku punya merupakan kesenangan tersendiri.

tumbuh besar bersama mereka dan melihat perkembangan mereka adalah suatu hal yang luar biasa.

tapi.

aku juga merasakan sebuah tekanan yang ditimbulkan dari sulitnya menjadi seorang kakak. bahwa aku harus selamanya mencontohkan yang baik2 saja, aku tidak boleh mengeluh di depan mereka, aku tidak boleh terlihat bimbang dan ragu, karena apapun yang akan aku lakukan adalah apa yang akan mereka contoh. apapun yang aku lakukan adalah referensi dan paradigma mereka.

bahwa, idealnya, aku tidak boleh terlihat rapuh.

***

BEING A FAITHFUL YOUNG SISTER.

meskipun aku adalah seorang adik abadi di dalam keluarga aku, ternyata hal ini berlaku juga di dunia luar.

pada setiap organisasi yang aku ikuti, aku memiliki kakak. aku memiliki senior. aku memiliki orang yang bisa aku tanya, aku memiliki contoh, terlepas dari apakah contoh itu baik ataupun buruk.

sebagai adik, aku juga selalu diberikan banyak sekali tanggungjawab yang harus aku jalani. aku harus menjalani apa yang harus aku jalani meskipun aku baru hanya akan tahu apa manfaatnya setelah bertahun2 kemudian.

bagiku, mengerjakan hal-hal yang baru adalah sesuatu yang menyenangkan.

mengerjakan hal-hal yang baru membuat pengetahuan, wawasan, dan teman-teman aku bertambah.

mengerjakan sesuatu yang penuh dengan pressure pada awalnya memang terasa sangat menyebalkan, namun membuat aku tak henti-hentinya bersyukur setelah merasakan manfaatnya bertahun-tahun kemudian.

tapi.

aku juga merasakan sebuah tekanan yang ditimbulkan dari sulitnya menjadi seorang adik. bahwa aku harus mengerjakan semuanya dengan sempurna agar tidak mengecewakan semua yang sudah membimbing aku. bahwa aku harus bisa melakukan semuanya dengan ataupun tanpa kondisi yang memungkinkan.

bahwa, idealnya, aku harus selalu respect terhadap semua kakak-kakak yang telah dan masih membimbing aku sampai sekarang.

***

AND IN FACT, WHEN TROUBLES COME, I..

lalu saat kita dituntut untuk menjadi sempurna? untuk menjadi kakak yang harus selalu jaim dan menjadi seorang adik yang harus selalu respect pada kakaknya?

things do not always go the way we want it to be, guys.

there are hard times.

saat aku ingin mengeluh, saat aku ingin memaki, saat aku merasa tidak puas, saat aku hanya ingin mengeluarkan emosi tanpa ada sedikitpun logika, saat aku ingin menunjukkan dan mengekspresikan siapa diriku sebenarnya..

orang terdekat yang paling bisa aku percaya adalah teman seangkatan.

aku tidak akan tahan untuk berdiri sendirian mengemban semua tugas dan tanggungjawab.

aku tidak akan bisa menjadi sempurna tanpa membuang sampah dari dalam hatiku.

aku tidak akan bisa melangkah maju tanpa seorangpun berada di sisiku. dan kadang aku memang sama sekali tidak melangkah, karena aku tidak bisa melihat yang 5000 yang berada di sisiku.

tapi sekarang aku bisa dengan sangat jelas melihat kalian semua. merasakan kalian semua. karena pada kenyataannya kita memang selalu berjalan, istirahat, berhenti, dan berjalan lagi bersama-sama.

***

i wrote this song for about 2 months ago. hyaha. entar deh kalo liburan akan aku aransemenin full pianonya. amin. i love you all. :)

(still no title. any idea? :D)

dear friend,
where have you been?
time is slowing down without you

our dreams,
are here in our hands,
these are ours, we’re here to begin

though life is never fair,
troubles keep stay there,
i’d keep on believe in you,

keep on having faith,
keep the spirit high,
i’ll be with you..

friends are there,
friends are forever,
day by day,
our friendship’s grow stronger

hopes..
dreams..
loves in our hearts..

our friendship will never end..
friendship never ends..

you can hear the flute version here. why flute? it’s just simply because i don’t want to hear, or record myself singing because i hate singing. apalagi kalo di depan publik ato dipublish ke publik HUAHUA. have a nice day everyone! :)

PERUBAHAN.

by febirhiana May 15, 2009

haha. TENANG. emang sih yaa sekarang aura2nya politik capres cawapres perkoalisian syalalala is in the air tp tenang2 ini bukan tentang perubahan itu kok! HUAHUA soalnya dunia udah bakalan kiamat duluan sebelum aku bisa berpaling dan menyukai yang namanya POLITIK. iyyuhh~

baiklahbaiklah.

PERUBAHAN.

disclaimer : ini bukan hanya tentang merubah sesuatu yang sudah ada, meskipun emang iya konteksnya begitu, tp juga ngebahas tentang melakukan ato membuat sesuatu yg belum pernah ada sebelumnya. hmm

oke. pengen membuat sesuatu yang belum pernah ada? iya. emang susah. apalagi kalo ga ada dasar atau referensinya. tapi. disini kita bisa ngegabungin semua disiplin ilmu yang ada untuk membuat sesuatu yang tadinya hanya kita pikirkan untuk pada akhirnya bisa kita direalisasikan. emm. contohnya adalah membuat konser kolaborasi musik klasik-dangdut kali yaa (yaya anggap saja kolaborasi jenis ini belum pernah ada di dunia sebelumnya HUAHUA). musiknya dikonsep sama seorang music director, terus musisi2nya main deh. dan VOILA! sesuatu yang baru pun tercipta. perubahan telah tercipta.

next. pengen merubah sesuatu yang sudah ada? well i know. it’s just as complicated as it sounds, but.. give me time, give me money, give me rights, give me authorities, dengan semua itu seseorang bisa merubah sesuatu. because people needs money for living. because people needs a leader. to give them authorities. mungkin contohnya adalah sebuah perusahaan yang hampit bangkrut. lalu tiba2 dikasih modal besar dan orang2 pintar untuk menghidupkan kembali perusahaan itu, and there you go! perusahaan pun kembali bangkit. perubahan telah tercipta.

keliatannya gampang, ya?

karena mostly. kita hanya butuh kekuasaan, kemampuan, passion, dan uang untuk bisa merubah atau menciptakan sesuatu yang baru. apalagi kalo ditambah dengan pengalaman sebagai katalisnya. pasti oke deh.

tapi.

nyatanya ada hal yang tetap tidak bisa aku ubah sampai detik ini. yang mungkin tidak pernah akan bisa aku ubah, meskipun aku berkeinginan kuat dan masih terus mengharap dan berusaha melakukannya.

karena hal ini tidak mengenal kekuasaan, tidak mengenal variabel kemampuan, tidak peduli dengan keinginan, dan juga tidak memerlukan uang.

have you ever tried to change one’s heart?

atau mengubah perilaku seseorang. atau mengubah kebiasaannya. mengubah hatinya, tepat di saat ia merasa tidak ada yang salah dengan dirinya dan disaat ia tidak kekurangan apapun juga.

***

IF HIS/HER LIFE IS PERFECT ALREADY, WHAT ELSE WOULD HE/SHE EXPECT? WHY ARE WE INSIST ON CHANGING THEIRS?

aku bukan seorang ahli bahasa. aku bukan seorang filsuf. aku bukan Tuhan.

aku dan semua orang juga tidak akan pernah tahu apakah yang seseorang lakukan adalah baik, buruk, benar, atau salah. mungkin, mungkin hati nurani kebanyakan manusia memiliki persepsi yang sama dalam menilai apakah sesuatu itu baik atau buruk.

tapi apa yang bisa kita lakukan dengan persepsi benar dan salah? siapa yang benar-benar bisa melihat garis batas diantara keduanya?

siapa yang benar-benar bisa melihat garis batas diantara keduanya, apabila garis itu sendiri memiliki banyak sekali wujud dan bentuk yang berbeda-beda?

mungkin untuk aku, dan bermilyar manusia lain di dunia, garis batas itu berupa kepercayaan, agama, atau kitab suci yang merepresentasikan keduanya.

tapi untuk bermilyar manusia lain. mungkin garis batas itu hanya merupakan perasaan dan hati mereka sendiri, yang persepsinya dapat diubah-ubah sebebas mereka berekspresi.

***

HAVE YOU EVER TRIED TO CHANGE ONE’S HEART?

melakukan perubahan terhadap hati, pikiran, perasaan, dan kebiasaan seseorang. memberinya garis batas lalu menariknya dari daerah salah menuju daerah benar. disaat kita sama sekali tidak memerlukan kekuasaan, kemampuan, passion, maupun uang untuk merubahnya.

i’ve been doing this for years. entah apakah aku yang tidak tahu bagaimana cara merubahnya atau memang kita tidak akan pernah bisa merubah hati, pikiran, perasaan, dan kebiasaan seseorang, but i think i’m safe to say that one’s heart is the hardest to be changed.

ehm. yaya begitulah. HUAHUAHUAHUA atau mungkin aja nih ya. hati seseorang itu mungkin aja emang sengaja diciptakan untuk ga bisa dirubah, atau diciptakan buat SANGATSULITSEKALISYALALALA (bersama-sama dengan “syarat dan ketentuan berlaku” HAHA) untuk dapat dirubah. karena mungkin kalau yang namanya ilmu merubah hati seseorang itu ada, ga akan ada yang namanya kesetimbangan dunia. HAHA. just my sotoy opinion of course. what about you?